Kisah Berat Seekor Gajah (Cina)

Seorang raja dari India memberikan seekor gajah kepada sahabatnya, kaisar negeri Cina. Karena belum pemah melihatnya sebelumnya, kaisar itu sangat kagum dan heran. Ia sangat penasaran kira-kira berapa berat seekor gajah yang diberikan oleh sahabatnya itu.

Kaisar Cina mengumpulkan semua perdana menterinya. Ia meminta agar semua perdana menterinya memikirkan bagaimana cara menimbang gajah yang begitu besar itu.

“Aku ingin tahu berapa berat gajah ini. Apakah di antara kalian ada yang memiliki ide untuk menimbangnya?” tanya Kaisar Cina.

Para perdana menteri berpikir keras. Namun, tak ada satupun yang tahu cara menimbang gajah.

“Maaf tuanku, saya pikir tak ada timbangan yang mampu menimbang gajah itu,” ucap salah satu perdana menteri.

Semua perdana menteri mengangguk setuju. Memang tak ada cara untuk mengukur berat badan gajah itu. Kaisar sendiri juga merasa bingung. “Ouh, bagaimana ini?” keluh Kaisar.

Tiba-tiba, salah satu anak Kaisar yang masih berumur delapan tahun bicara. “Ayah, aku punya cara untuk menimbang berat badan gajah itu.”

Semua yang hadir penasaran, cara apa yang dimaksud oleh anak kaisar itu.

“Ayo beri tahu ayah, bagaimana caranya,” balas Kaisar, penasaran.

“Taruhlah gajah itu di dalam perahu yang berada di danau” ucap putra kaisar.

Para prajurit langsung membawa gajah itu ke danau atas perintah Kaisar, kemudian menaruhnya di atas perahu. Putra kaisar lantas meminta prajurit untuk menandai batas air yang ada di perahu. Setelah itu, gajah diturunkan kembali dari perahu.

“Sekarang ambillah batu bata dan taruhlah di atas perahu ini. Isi perahu dengan batu bata sampai permukaan air mencapai garis batas yang dibuat tadi” ucap putra kaisar.

Para prajurit mengerti. Kaisar dan perdana menteri merasa kagum dengan kecerdikan putra kaisar. Setelah batu bata ditaruh di perahu sampai permukaan air mencapai garis batas yang sebelumnya sudah dibuat, kemudian batu bata itu ditimbang. Akhirnya Kaisar pun bisa mengetahui berapa berat gajah itu. Beratnya tentu saja sama dengan batu bata yang ditaruh di dalam perahu.

“Kau memang anak yang cerdas” ucap kaisar bangga.

Semua yang hadir di sana setuju dengan perkataan kaisar. Meskipun masih kecil, namun putra kaisar sangat cerdas.

Pesan Moral : Selalu ada jalan pada setiap masalah yang kita hadapi