🔊 Audio Baca

Kisah Anak-anak Berwarna Hijau dari Woolpit (Inggris)

Alkisah di sebuah desa bernama Woolpit, Inggris. Pada suatu hari para penduduk desa merasa heran dan takjub dengan kehadiran dua anak kecil yang datang entah dari mana. Mereka keluar merangkak dari sebuah parit. Dua anak itu satunya perempuan dan satunya laki-laki, si anak laki-laki tampak lebih muda. Mereka berdua menggunakan pakaian yang aneh dan berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh penduduk desa. Selain itu warna kulit mereka berwarna hijau, hal itu membuat para penduduk bingung dan bertanya-tanya, siapakah mereka ini?

Seorang penduduk berkata, “Siapa dua anak kecil itu ya? Kok aneh sekali, mereka mirip dengan kita namun warna kulitnya hijau.” Warga lain pun berseru, “Kasihan mereka, dari raut mukanya mereka tanpak sedih, aku akan menolongnya,” ujar seorang warga lalu mendatangi dua anak itu. “Halo, siapa kalian nak? Apakah kalian baik-baik saja? Kalian ini dari desa mana,” tanya seorang penduduk. Si anak perempuan yang lebih dewasa menjawab, namun semua warga tidak tahu apa yang dikatakan oleh anak tersebut. “Bagaimana ini? Mereka bicara apa, aku tak tahu artinya,” tanya warga kepada warga lainnya. Kemudian penduduk pun sepakat, kedua anak itu akan dibawa ke rumah Sir Richard de Calne, seorang tuan tanah di desa itu.

Setelah penduduk mengantarkan dua anak tersebut ke rumah Sir Richard de Calne, mereka lalu dibawa masuk ke rumah. Sir Richard de Calne merawat mereka dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri. Namun sayang sekali, si anak lelaki sakit, kurang dari setahun ia tinggal di rumah Sir Richard de Calne, anak yang laki-laki meninggal. Sir Richard de Calne sangat sedih sekali. Untunglah, anak yang perempuan berhasil bertahan hidup

Baca Juga : Tipuan Kancil

Beberapa tahun pun berlalu, si anak perempuan itu tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik. Sejalan dengan perkembangan usianya, warna hijau pada tubuhnya semakin lama semakin menghilang dan berubah menjadi normal. Ia diberi nama Agnes.

Selama di rumah Sir Richard, Agnes belajar bahasa Inggris. Ketika ia sudah lancar berkomunikasi, ia mulai menceritakan bagaimana ia dan adik laki-lakinya bisa sampai ke Woolpit. Ia mengatakan bahwa mereka berasal dari sebuah tempat yang memiliki cahaya berwarna senja dan semua penduduk berkulit hijau. Di tempat mereka tinggal, ada sebuah sungai besar memisahkan desa mereka dengan desa lain yang selalu terang benderang.

Suatu hari, ketika mereka berdua sedang membantu ayah mereka menjaga ternak, Agnes dan adiknya mendengar suara lonceng di dalam gua. Karena penasaran mereka mengikuti suara itu dan masuk ke dalam gua sampai mereka menemukan lubang di per­mukaan tanah (parit) yang sampai ke Woolpit. Saat itulah kedua anak itu terlihat oleh para penduduk desa yang ada di ladang.

Setelah dewasa Agnes pun hidup seperti gadis-gadis lain di desa Woolpit. Karena kecantikannya, Agnes kemudian dilamar oleh seorang pemuda bangsawan kerajaan dari Norfolk bernama Richard Barre. Agnes kemudian menggunakan nama Agnes Barre. Agnes dan suaminya hidup tentram hingga akhir hayatnya.

* Banyak orang di Inggris percaya bahwa kisah dua anak ini berhubungan dengan getar Earl Ferrers (gelar bangsawan Inggris). Pemegang gelar Earl Ferrers yang sekarang adalah keturunan langsung dari Agnes. Salah satu leluhur dari Earl Ferrers bernama Sir John Barre.

Original Article