Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam

Kematian akibat tenggelam biasanya bukan karena paru-paru penuh dengan air, melainkan karena tenggorokan kejang sehingga korban tenggelam tidak dapat bernapas. Air yang masuk ke dalam paru-paru relatif sedikit. Air yang mengalir dari mulut ketika korban sudah diselamatkan berasal dari lambung, bukan dari paru-paru. Jadi sebaiknya dibiarkan mengalir sendiri.

Upaya memaksa air keluar dari lambung dapat menyebabkan isi lambung terhisap ke dalam paru-paru. Korban tenggelam mungkin menderita kedinginan dan juga sesak napas sehingga hipotermia-nya harus diatasi.

Korban tenggelam harus selalu diberi perawatan medis. Air yang masuk ke dalam paru-paru akan menyebabkan iritasi, meski korban tampaknya sudah pulih kembali, pembengkakan jalan napas masih dapat terjadi beberapa jam kemudian.

TINDAKAN UNTUK KORBAN TENGGELAM

TUJUANNYA : Mencegah dan mengatasi kekurangan oksigen di dalam darah. Serta mengatur untuk membawa korban ke rumah sakit.

    1. Ketika mengangkat korban, kepalanya harus lebih rendah dari tubuh untuk mengurangi risiko menghisap air.
    2. Baringkan korban pada mantel atau selimut. Jalan napasnya dibuka, periksa napas dan nadinya, siap-siap-siap untuk melakukan resusitasi bila diperlukan.
    3. Air di dalam paru-paru dan akibat dari kedinginan akan dapat meningkatkan ketahanan terhadap pernapasan buatan dan kompresi dada. Jadi lakukan keduanya dengan kecepatan iebih rendah dari biasanya.
    4. Jangan menekan perut kecuali jalan napasnya tersumbat.
    5. Untuk mengatasi hipotermia : pakaian basah diganti, selimuti supaya hangat, berikan minuman panas.
    6. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit meskipun tampaknya sudah pulih kembali.
Download Medis KamiKamu di Google Playstore