Kisah Akibat Suka Berbohong (Yunani)

Di padang rumput yang hijau, anak gembala yang sedang menggembalakan domba-domba miliknya, la merasa bosan menunggui domba-domba yang sedang makan rumput.

Lebih baik akui kerjai para petani,” gumam gembala berniat iseng.

Anak gembala pun mulai memilih-milih ide jahilnya. Ia tersenyum senang saat mendapatkan ide yang cocok untuk mengerjai para petani. Si anak gembala pergi pinggir padang, lalu berteriak sekeas-kerasnya ke arah permukiman penduduk.

“Tolong, Tolong aku. Ada serigala memakan domba-dombaku,” Teriak si anak gembala.

Para petani yang sedang menggarap sawahnya, langsung berlari ke arah anak gembala. Mereka ingin menolongnya.

Mana serigalanya? Biar kami yang memburunya,” ucap salah satu petani.

Saat para petani panik, justru si anak gembala terpingkal-pingkal. Para petani pun marah. Mereka sudah meninggalkan pekerjaan mereka untuk menyelamatkan si anak gembala, Namun si anak gembala rupanya hanya membohongi mereka.

Keesokan harinya, seperti biasa, anak gembala kembali menggembalakan domba-dombanya, kaena merasa bosan, anak gembala kembali lagi ingin mengerjai para petani yang sedang bekerja menggarap sawah.

“Tolong! Ada serigala! Tolong! Ada serigala memakan domba-dombaku!” teriak anak gembala. Para petani kembali berlari tergopoh-gopoh ke arah anak gembala. Tetapi, lagi-lagi, anak gembala malah tertawa terpingkal-pingkal. Para petani pun semakin marah. Mereka kembali dibohongi oleh si anak gembala.

“Kami tak akan datang lagi meskipun kau berteriak-teriak sampai suaramu habis, dasar kau pembohong,” ucap salah satu petani, kesal. Si anak gembala tak peduli, la merasa senang karena berhasil membohongi para petani.

Suatu hari, serigala benar-benar datang. Hewan itu mulai memangsa domba-domba yang digembalakan oleh si anak gembala. Tentu saja si anak gembala ketakutan. Sontak ia berteriak minta tolong kepada para petani.

“Tolong! Domba-dombaku dimakan serigala! Tolooong!” teriak anak gembala, panik. Para petani yang mendengar teriakan itu tak menghiraukannya lagi. Mereka pikir, si anak gembala hanya membohongi mereka lagi.

Serigala memakan habis domba-domba itu, dan si anak gembala tidak mampu berbuat apa-apa. Kemudian ia pun mendatangi para petani sambil menangis.

“Kali ini aku tidak berbohong. Habis sudah domba-dombaku dimakan serigala. Kenapa kalian tak mau menolongku?” isak si anak gembala kepada para petani.

“Itu akibat kau suka berbohong. Kami pikir kau hanya membohongi kami lagi. Sekarang terimalah akibatnya. Meskipun kau berkata benar, kini orang sulit percaya kepadamu,” ucap seorang petani.

Si anak gembala menyadari kesalahannya, la pun meminta maaf kepada para petani, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Pesan Moral :

Sekali berbohong, Maka orang tidak akan percaya lagi.